Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juli 2016

Gelora Semangat Membaca Dengan iJakarta Digitalisasi Perpustakaan Berbasis Media Sosial

Apa yang kamu pikirkan tentang perpustakaan? Gedung yang besar? Ratusan rak buku? Bayangkan berapa lama waktu yang kamu perlukan untuk mencari katalog buku? Lokasi rak buku? Judul buku yang kamu inginkan atau tempat yang nyaman untuk membaca. 

Membaca buku memang membuka wawasan kita lebih luas, membaca juga menjadi awalan kita untuk mempelajari hal yang baru. Namun membaca juga memerlukan media, yaitu buku. Tak banyak dari saudara kita membaca buku yang telah usang, robek, bahkan sudah tak layak lagi disebut dengan buku. Kadang kita juga memerlukan biaya untuk membeli buku secara fisik.

Di era yang digital ini betapa menyenangkan apabila kita memiliki perpustakaan digital yang ada di smartphone. Dimana kita bisa mencari e-book, bergabung e-pustaka, berjumpa dengan orang, menerima feeds, dan membuat notes. Bahkan tanpa memerlukan biaya seperserpun untuk membaca.

Minggu, 24 Juli 2011

Pengembangan Diri

Ini adalah 16 cara untuk mengembangkan diri, memang banyak cara, tapi setidaknya 16 cara ini juga cukup berguna, dan semoga bisa bermanfaat, langsung dan singkat saja:

1. Membaca buku setiap hari
2. Mempelajari bahasa baru
3. Cari hobi baru
4. Ambillah kursus
5. Ciptakan ruangan kreatif (rumah/kantor)
6. Tingkatkan kemampuan bicara di depan umum

Sabtu, 23 Juli 2011

Pantang Menyerah



Sudah lewat tengah malam, mataku belum juga terpejam. Karena melihat acara yang menarik di sebuah channel di televisi. Kulihat jam dinding di kamar tidur menunjukan jam 01.30, menjelang dini hari.Kedua adikku kalau tidur suka berputar-putar, kadang saling bertabrakan. Aku kembali ke ruang keluarga. Dalam keheningan malam aku mendengar suara yang tak asing lagi di telingaku. Suara itu sering kudengar saat larut malam atau dini hari. Tok cring…tok cring…tok cring…dengan ketukan yang teratur.


Dialah sang tukang sol sepatu. Dia sering lewat jalan di depan rumahku. Kondisi jalan di depan rumahku rusak parah, banyak lubang dan kubangan air yang lebar dan agak dalam. Namun tukang sol sepatu tersebut berjalan dengan cukup cepat melewati jalan rusak tersebut walaupun hanya menggunakan sepeda jengki kuno sebagai pemandu langkah jalanan yang gelap.

Sepertinya sang tukang sol sepatu menjalani kehidupannya dengan penuh keikhlasan, kesabaran dan ketabahan. Ia tak menyerah pada ekonomi yang selalu membelit sebenarnya bisa menjadi alasan kuat untuk meminta belas kasihan orang lain.Aku, yang diberi kesempurnaan, kadang tak menyadari dan lupa untuk menyukuri anugerah Tuhan yang amat berharga itu.

Langkah-langkah sang tukang sol sepatu yang begitu bersemangat menyusuri kegelapan malam, seolah mengingatkanku untuk lebih optimis dan antusias dalam menjalani kehidupanku saat ini dan esok. Tuhan telah memberikan anugerah tak ternilai kepadaku untuk menjalani kehidupan yang penuh tantangan sekaligus harapan di alam fana ini. Tok cring…tok cring…tok cring…, suara sepeda tuanya itu semakin menjauh, sampai akhirnya tak terdengar lagi ditelan kesunyian malam yang semakin dingin.